Jalan Terbahsari Nomor 1 Terbah, Wates, Kulon Progo, D.I.Yogyakarta 55651
smu1_wates@yahoo.com
(0274) 773 067

Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja

Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja

Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, Puskesmas Wates mengadakan kegiatan Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja di SMAN 1 Wates, Rabu (15/10). Kegiatan ini menghadirkan narasumber Retno Pujiyati, Amd.Keb., yang membawakan materi secara interaktif dan edukatif kepada para siswa.

Dalam penyampaiannya, Retno menjelaskan bahwa kesehatan reproduksi remaja bukan hanya tentang aspek fisik, tetapi juga mencakup kondisi mental dan sosial yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi. “Remaja perlu memahami tubuhnya sendiri dan mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab untuk menjaga kesehatan diri,” ujarnya.

Sesi berikutnya membahas tentang masa pubertas dan perubahan remaja, baik fisik, emosional, maupun sosial. Retno menjelaskan bahwa pada laki-laki, perubahan fisik meliputi mimpi basah, suara yang menjadi lebih berat, tumbuh jakun, bertambahnya rambut di tubuh, serta perkembangan otot. Sedangkan pada perempuan, perubahan terlihat dari datangnya menstruasi, berkembangnya payudara, dan melebar pinggul.

“Selain perubahan fisik, remaja juga mengalami perubahan emosional dan sosial, seperti menjadi lebih sensitif, ingin diakui, serta mulai mencari jati diri. Mereka juga mulai ingin mandiri, tertarik pada lawan jenis, dan membangun relasi pertemanan maupun romantis,” tambahnya.

Materi kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tentang organ reproduksi dan fungsi dasarnya, menstruasi dan kebersihan reproduksi, hingga perilaku berisiko dan dampaknya. Retno mengingatkan bahwa perilaku seperti seks bebas, pornografi, penggunaan narkoba, alkohol, dan kekerasan seksual dapat berakibat serius, antara lain kehamilan tidak diinginkan (KTD), infeksi menular seksual (IMS), HIV/AIDS, hingga gangguan mental dan sosial.

Untuk mencegah hal tersebut, ia mengimbau remaja agar menunda aktivitas seksual, tidak berganti pasangan, menghindari narkoba suntik, serta memperkuat pengetahuan dan kemampuan menolak ajakan yang tidak sehat.

Dalam bagian relasi sehat dan perlindungan diri, Retno menekankan pentingnya menjalin hubungan yang saling menghargai, berkomunikasi baik, dan tanpa paksaan. “Remaja berhak berkata tidak dan menjaga batasan diri. Kekerasan dalam pacaran bisa terjadi secara fisik, verbal, emosional, seksual, bahkan digital, dan semua itu harus dihindari,” tegasnya.

Selain itu, Retno juga mengajak para siswa untuk mengembangkan keterampilan hidup (life skills) seperti mengenali diri dan nilai diri, berpikir kritis, berani menolak ajakan negatif, serta mengelola emosi dan stres. Menurutnya, kemampuan ini penting agar remaja mampu membuat keputusan yang sehat dan bertanggung jawab.

Sebagai penutup, Retno memperkenalkan berbagai dukungan dan layanan konseling remaja yang tersedia, seperti konselor sekolah atau UKS, PKPR (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja) di puskesmas, serta psikolog dan BKKBN. “Remaja tidak harus menghadapi masalah sendirian. Jika merasa bingung atau tertekan, jangan ragu mencari bantuan dari tenaga profesional,” pesannya. Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan positif dari para siswa SMAN 1 Wates. Pihak sekolah berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara rutin agar remaja semakin paham dan mampu menjaga kesehatan reproduksinya dengan baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *